Keluarga

Mellysa Nadiya_201810415202_5A3_Penulisan Kreatif dan Stroyteling.

Deskripsi (Keluarga Cemara)

Keluarga cemara adalah keluarga yang seperti kita tahu liriknya harta yang paling berharga adaah keluarga. Kami keluarga cemara terdiri dari 5 anggota keluarga yaitu terdiri dari papa, mama, dan saya memiliki 2 pasang adik perempuan. Kami memiliki satus masing berbeda papa bekerja di karyawan BUMN, sedangkan mama sebagai ibu rumah tangga, Saya sebagai anak pertama yang pasti memiliki tanggung jawab besar untuk masa depan keluarga yang sukses, saya bisa dibilang anak yang ditunggu kesuksesanya dibilang saya kuliah, adek saya baru saja lulus smk kesehatan, sayang sekali terbentur dengan biaya ku kuliah jadinya harus terputus dan sekarang sedang melamar kerja kesana kemari tak kunjung dapat karen kondisi membuat ekonomi Indonesia terpuruk, lahan pekerjaan yng sempit. Dan adik saya terakhir kelas 3 smp dimana beliau akan tamat smp di tahun 2021 dimana papa, berharap semuanya sekolah karena papa ingin semua ank bisa hidup sukses. Papa berpesan kepada aku untuk kuliah yang rajin jangan malesan papa berpesan untuk lulus kuliah 3,5 tahun.

Aku selalu bersukur kepada allah swt. masih memiliki anggota keluarga yang lengkap, disaat ini saya merasa terharu keluarga idamkan oleh temanku , yang katanya harmonis, lucu, unik dengan memiliki ketengilan dari nama panggilan tersebut, nama papa aku pelesetin jadi pak iyoh, dan temanku ikut memangil itu, mama aku pangil mak, fina adiku aku panggil teh iyoh, dan ade terakhir aku pnggil si cempereng. Aku dipanggil melehoy dong , makin aneh makin lucu. Aku senang memiliki adik perempuan kami pin sering berbagi pengalamn entah itu cerita disaat do sekolah, cinta monyet wajar namanya juga abg katanya gtu, maklum cewek semua pasti diomongin yah gitu laki-laki , suka luci gitu ternyata adek ku sudah dewasa yah , kalau denger cerita mereka lucu sampai tertawa terpingkal di tengah malem sebelum bobo. Disaat kami bosan kami hobi selfie atau kadang kami suka nyayi bareng, solat berjamaah, ngerjain tugas bareng. Jajan bareng apalagi kalo udah urusannya sma kado ulang tahun mereka berdua paling getol ngegitin kakaknya untuk beli kado. Aku bersyukur memiliki mereka semua, dengan semua motivasi, suport curahan doa yang kau limpahkan serta rahmat dan hidayah kau berikan, semoga kami cita-cita untuk memberagkatkan umroh kedua orang tua ku tercapai amiin yarrabalamin. Ku yakin semoga cita akan tercapai bertemu kerumahmu ya allah.

Seneng banget punya adik yang merhatiin disaat gundah gulan ku , kami saling menasehati satu sama lain apabila kami salah. Apalagi kalau udah intropeksi malem berasa banget manisnya dapet banget berasa bibir berhenti berucap mata yang mengalir suasana haru teriris mengujani dihati ku.

Ya itulah kehidupan keluargaku  ada duka atau suka kami hadapi dengan candaan geli hingga terbahak kami rasakan semua.mungkin inilah yang dapat saya sampaikan kehidupan keluargaku kurasakan cukup nyaman dan tentram karena masih berada diatas koridor bermasyarakat dan tidak menggangu masyarakat lain.

Keluargaku cukup terkenal di lingkugan disekitar tempat tinggal ku karena Bapak Ibuku sangat ramah terhadap masyarakat disekitar  tempat tinggalku aalagi ibuku sering bersoasialisasi kepada masyarakat dengan bergam mengikuti organisasi yaitu seperti ibu PKK, asisten bidan di kegiatan posyandu. Ini saja yang dapat saya sampaikan tentang keluargaku.

Eksposisi (Sejarah Keluarga Resimen Mahasiswa Jayakarta Satuan UBJ)

Sejarah menwa pada masa orde lama

  • Persiapan perebutan irian barat ditandai dengan upaya-upaya memperkuat kekuatan nasional. Di lingkungan mahasiswa dikeluarkan keputusan menteri keamanan nasional nomor: MI/B/00307/61 tentang latihan kemiliteran di perguruan tinggi sebagai “pendahuluan wajib latih mahasiswa”. Dengan dicanangkannya operasi pembebasan irian barat pada tanggal 19 desember 1962, dikenal dengan TRIKORA, maka untuk menindaklanjutinya, menteri PTIP mengeluarkan instruksi nomor 1 tahun 1962 tentang pembentukan korps sukarelawan di lingkungan perguruan tinggi. Berikutnya, kedua keputusan di atas disusul dengan keputusan bersama wampa hankam dan menteri PTIP nomor: M/A/20/1963 tanggal 24 januari 1963 tentang pelaksanaan wajib latih dan pembentukan resimen mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Pengembangannya dilakukan dalam satuan-satuan resimen induk mahasiswa (RINWA), yang diatur dalam keputusan bersama wampa hankam dan menteri PTIP nomor:
  • 14A/19-20-21/1963 tentang resimen induk mahasiswa.
  • Tahun 1964 melalui instruksi menko hankam/kasab nomor: AB/34046/1964 tanggal 21 april 1964 dilakukan pembentukan menwa di tiap-tiap kodam. Hal ini dipertegas dengan keputusan bersama menko  hankam/kasab  dan  menteri  PTIP  nomor:  M/A/165/1965  dan  nomor:  2/PTIP/65  tentang:
  • Organisasi dan prosedur resimen mahasiswa, menwa ikut serta mendukung operasi dwikora (dwi komando rakyat) tanggal 14 mei 1964. Sebagai bukti keikutsertaan ini dapat diketahui bahwa hingga tanggal 20 mei 1971, sebanyak 802 (delapan ratus dua) orang anggota menwa memperoleh anugerah “satya lencana penegak” dan beberapa memperoleh anugerah “satya lencana dwikora”.
  • Dalam perkembangan sejarah selanjutnya, di mana menwa memiliki andil yang besar dalam membantu menegakkan nkri, maka pki (partai komunis indonesia) merasakan ancaman, sehingga pada tanggal 28
  • September 1965, ketua PKI D.N. Aidit menuntut kepada presiden soekarno supaya resimen mahasiswa yang telah dibentuk di seluruh indonesia dibubarkan. Tetapi hal itu tidak berhasil.
  • Peran resimen mahasiswa terus berlanjut dalam bidang pertahanan keamanan negara, sekalipun tantangan juga semakin besar. Pada masa awal orde baru, keterlibatan menwa cukup besar dalam penumpasan sisa-sisa G 30 S/PKI, dilanjutkan dengan menjadi bagian dari pasukan kontingen garuda ke timur tengah, operasi teritorial di timor timur dan sebagainya. Penyelenggaraan pendidikan dan latihan dasar kemiliteran untuk menciptakan kader dan generasi baru bagi menwa juga terus dilaksanakan.
  • Di lain pihak, di lingkungan perguruan tinggi pada tahun 1968 dikeluarkan keputusan untuk wajib latih bagi mahasiswa (WALAWA) dan wajib militer bagi mahasiswa (WAMIL) berdasarkan keputusan menhankam nomor: kep/B/32/1968 tanggal 14 februari 1968 tentang pengesahan naskah rencana realisasi program sistem wajib latih dan wajib militer bagi mahasiswa. Dilanjutkan operasionalisasinya dengan keputusan bersama dirjen dikti dan kas kodik walawa nomor 2 tahun 1968 dan nomor: kep/002/SKW-PW/68. Program ini kemudian diganti dengan pendidikan kewiraan dan pendidikan perwira cadangan (PACAD) pada tahun 1973 (keputusan bersama menhankam/pangab dan menteri P & K nomor: kep/B/21/1973 dan nomor: 0228/U/1973 tanggal 3 desember 1973 tentang penyelenggaraan pendidikan kewiraan dan pendidikan perwira cadangan di perguruan tinggi/universitas/akademi). Program WALAWA ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dan berbeda dengan menwa keberadaannya.

Masa Reformasi

  • Pada masa reformasi yang salah satu agendanya adalah penghapusan dwi fungsi TNI, berimbas pada keberadaan resimen mahasiswa indonesia, karena menwa dianggap merupakan perpanjangan tangan TNI di lingkungan perguruan tinggi. Kemudian muncul tuntutan pembubaran menwa di berbagai perguruan tinggi pada awal tahun 2000, namun menwa tetap eksis hingga sekarang.
  • Para kepala staf resimen mahasiswa se-indonesia terus mengadakan berbagai pertemuan yang akhirnya bersepakat perlu adanya organisasi menwa di tingkat nasional sehingga terbentuk badan koordinasi nasional corps resimen mahasiswa indonesia (BAKORNAS CRMI), yang disahkan keberadaannya pada rapat komando nasional yang pada waktu itu karena ingin menyesuaikan dengan tuntutan reformasi maka diberi nama menjadi kongres resimen mahasiswa indonesia tahun 2002 di Medan.

KONAS MENWA INDONESIA

juga melakukan terobosan baru dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tingkat nasional serta memperkuat aspek legalitas MENWA Indonesia, antara lain dengan mengeluarkan berbagai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) seperti Juklak pembinaan dan Perberdayaan Resimen Mahasiswa Indonesia, Juklak Pendidikan dan Latihan   Resimen Mahasiswa Indonesia, Juklak Peraturan Disiplin   Resimen Mahasiswa Indonesia, sambil memproses revisi SKB 3

Menteri menjadi SKB 4 Menteri, termasuk melaksanakan berbagai kegiatan sebagai mana dituangkan dalam buku profil ini. Hingga saat ini KONAS MENWA INDONESIA merupakan struktur organisasi tertinggi   Resimen Mahasiswa Indonesia dalam hal koordinasi serta komando organisasi Menwa di tingkat nasional.

                C. PENDIRI/PENGGAGAS RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

  • Masa Perjuangan Kemerdekaan (Era TP/TRIP/CM) Adalah Kepala Staf Angkatan Perang (KASAP) RI, Jenderal T.B. Simatupang Di Tahun 1946, Tentang Pembentukan Brigade XVII Yang Terdiri Atas Kesatuan Tentara Pelajar (TP), Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Tentara Genie Pelajar (TGP) Dan Corps Mahasiswa (CM) Dengan Para Tokoh Pimpinannya Seperti Mas Isman, Prof. Dr. Mahar Mardjono, Chaerul Saleh,
    • Masa perjuangan DWIKORA-TRIKORA dengan nama WALAWA adalah kepala staf angkatan bersenjata (KASAB) RI, jenderal besar A.H. Nasution ditahun 1961 dengan radiogram no.1 ke setiap kodam untuk pembentukan dan pelatihan wajib latih mahasiswa (WALAWA) di setiap perguruan tinggi di wilayah masing-masing.
  • Masa Pemerintahan Orde Baru Dengan Nama MENWA Adalah Mendikbud RI, Prof. Dr. Daoed Joesoef Dan PANGAB, Jenderal M. Joesoef Di Tahun 1978 (Seiring Terbitnya SKB Tiga Menteri Tentang Pembinaan Resimen Mahasiswa.
  • Masa pemerintahan saat ini, dengan nama komando nasional resimen mahasiswa indonesia (KONAS MENWA indonesia) didirikan oleh para pimpinan menwa tingkat propinsi dan tingkat perguruan tinggi seluruh indonesia dalam RAKOMNAS MENWA indonesia pada 24-26 juli 2006 di Jakarta.

D. ASAS DAN DASAR PERJUANGAN RESIMEN MAHASISWA INDONESIA
 

  • A s a s
  • Pancasila
  • Undang undang dasar negara republik Indonesia
  • D a s a r
  • – Undang undang dasar negara republik indonesia, pasal 30   tentang pertahanan dan keamanan
  • Negara.
  • – Undang-undang no 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara
  • – Surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri (menteri pertahanan, menteri pendidikan nasional dan menteri dalam negeri dan otonomi daerah) nomor : KB/ 14/M/X/2000, nomor : 6/U/KB/2000 dan nomor : 39A tahun 2000, tentang pembinaan dan pemberdayaan resimen mahasiswa (terlampir Lampiran i).

D. PENGERTIAN RESIMEN MAHASISWA INDONESIA Resimen Mahasiswa Indonesia adalah:

  • 1.  Sebagai wadah, yang merupakan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan keikutsertaan dalam upaya bela negara dan penguatan ketahanan nasional.
  • 2.  Sebagai perorangan, yang merupakan mahasiswa terlatih olah keprajuritan yang telah mengikuti latihan dasar Resimen Mahasiswa Indonesia dan menjadi bagian dari komponen pertahanan negara.
  • 3.  Sebagai organisasi, yang merupakan pusat aktifitas anggota Resimen Mahasiswa Indonesia yang terdiri dari tingkat Nasional, tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota serta di Perguruan tinggi.

E. TUJUAN RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

  • 1. Mempersiapkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan, sikap disiplin, fisik dan mental serta berwawasan kebangsaan agar mampu melaksanakan tugas tri dharma perguruan tinggi dan menanamkan dasar-dasar kepemimpinan dengan tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional.
  • 2.  Sebagai wadah penyaluran potensi mahasiswa dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban warga
  • Negara dalam bela negara.
  • 3.  Mempersiapkan potensi mahasiswa sebagai bagian dari potensi rakyat dalam sistem pertahanan
  • Rakyat semesta (SISHANRATA).

F. TUGAS POKOK RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

  1. Melaksanakan tri dharma perguruan tinggi serta membantu terlaksananya kegiatan dan program lainnya di perguruan tinggi.
  2. Merencanakan, mempersiapkan dan menyusun seluruh potensi mahasiswa untuk memantapkan ketahanan nasional, dengan melaksanakan usaha dan atau kegiatan bela negara.
  3. Membantu terwujudnya penyelenggaraan fungsi perlindungan masyarakat (LINMAS), khususnya
  4. Penanggulangan bencana dan pengungsi (PBP)
  5. Membantu terlaksananya kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan dalam organisasi kepemudaan.

G. FUNGSI RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

  • 1. Melaksanakan pembinaan anggota Resimen Mahasiswa Indonesia di Perguruan Tinggi untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang akademik.
  • 2.  Melaksanakan pemeliharaan dan pemberdayaan serta peningkatan kemampuan baik perorangan maupun satuan di bidang Bela Negara.
  • 3.  Melaksanakan pembinaan disiplin anggota Resimen Mahasiswa Indonesia, baik sebagai mahasiswa maupun warga masyarakat.
  • 4.  Melaksanakan pembinaan struktur organisasi Resimen Mahasiswa Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh.
  • 5.  Bersama dengan mahasiswa lainnya membantu terwujudnya kehidupan kampus yang kondusif.
  • 6.  Membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan dan program civitas akademika serta menumbuhkan dan meningkatkan sikap Bela Negara dikehidupan Perguruan Tinggi.
  • 7.  Membantu memotivasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dibidang kepemudaan dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
  • 8.  Membantu TNI/POLRI dalam pelaksanaan pembinaan pertahanan dan keamanan Nasional.
  • 9.  Menyampaikan saran dan pendapat kepada instansi terkait sesuai dengan tugas pokoknya.

H. RUANG LINGKUP PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

  • Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa Indonesia dalam kegiatan sebagai komponen pertahanan Negara menjadi tanggung jawab Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
  • 2.  Kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa dibidang pembentukan sikap, pendidikan kewarganegaraan, kebangsaan dan wawasan bela negara, kedisiplinan serta olah keprajuritan dilaksanakan melalui Organisasi Resimen Mahasiswa Indonesia dan menjadi tanggung jawab Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
  • 3.  Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa Indonesia dalam kegiatan melaksanakan fungsi perlindungan masyarakat menjadi tanggung jawab Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.
  • 4.  Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa Indonesia dalam kegiatan sebagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan yang berwawasan bela negara menjadi tanggung jawab Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
  • LAMBANG RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

MAKNA UNSUR LAMBANG

1.  Perisai Segilima : Menggambarkan keteguhan sikap

2.  Padi dan Kapas : Menggambarkan dasar bernegara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

3.  Bintang , Sayap Burung , Jangkar dan Lambang Polri

Resimen Mahasiswa berada di bawah naungan ketiga unsur angkatan dan Polri

4.  Pena dan Senjata

Di dalam pengabdiannya, wira melakukan keselarasan antara ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.

5.  Buku Tulis

Tugas pokok setiap wira adalah mengembangkan ilmu pengetahuan, di samping melaksanakan tugas-tugas kemenwaan.

6.  Semboyan : Widya Castrena Dharma Siddha

       J. SESANTI ORGANISASI RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

  • Widya Castrena Dharma Siddha
  •  Yang mengandung arti filosofis: Penyempurnaan Pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan.

K. PROGRAM KERJA RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

  1. Program Pendidikan dan Latihan a.  Program Pelatihan Berjenjang

2) Latihan Dasar Resimen Mahasiswa (Latsar Menwa)

3) Kursus Kader Pelaksana (Suskalak)

4) Kursus Kader Pimpinan (Suskapin)

                L.  PENDIDIKAN KHUSUS

  • 1)Kursus Dinas Staf (KDS)
  • 2) Kursus Pembinaan Mental (SUSBINTAL)
  • 3) Kursus Pelatih (SUSPELAT)
  • 4) Kursus Inteligen dan Pengamanan (SUSINTELPAM)

M. PENDIDIKAN DAN LATIHAN KECABANGAN KHUSUS

  • 1)Latihan Pemantapan Siaga Operasi Penanggulangan Bencana & Pengungsi

(LATTAPSIOPS PBP)

  • 2)  Pendidikan Provoost (DIKPROV)
  • 3)  Latihan Kepemimpinan Putri (LATPINTRI)
  • 4)  Pendidikan Polisi Menwa (DIKPOLMEN)
  • 5)  Pendidikan Koperasi Menwa (DIKKOPMEN)
  • 6)  Latihan Jurnalistik dan Kehumasan (LATJURMAS)

N. LATIHAN SPESIFIKASI/KEMAMPUAN OLAH KEPRAJURITAN

1) Menembak

2) Bela Diri

3) Terjun Payung

4) Scuba Diving

5) Mounteneering

6) Search and Rescue(SAR)

7) Navigasi darat

  • 8) Survival

Naratif ( Keluarga Until Jannah)

Alhamdulilah saya diterima dikeluarga resimen mahasisiwa jayakarta yang tadi saya ragu untuk memasuki organisasi semi militer tersebut. Namun sekarang banyak sekali perubahan soft kill yang saya rasakan setelah mengikuti kegitan menwa baik di internl kampus maupin ekternal kampus. Suatu penghargaan bagi saya pernah mengibarkan bendera merah putih itu adalah cita saya dati smp dan akhirnya kesapaian saat itu saya di beri amanah untuk menjadi pengibar bendera setiap tanggal 17 yang diakan dikampus setiap sebulan sekali. Dan saya saya belajar menjadi orang berjiwa pemimpin dan berani dalam mengabil keputusan serta bertanggung jawab atas keputusan yang dipilih. Disitu kami belajar disiplin waktu merupakan napas bagi kami suatu ciri khas yang membedakan kmi dengan ukm lainya karna visi kita pelopor segala bidang.

Dan saya juga bersyukur telah diberi kesemoatan oleh kamois untuk menjadi pembawa acara saat upacara 1 bulan sekli menurut saya itu dapat melatih mental serta bagi saya tersendiri yang biasanya deg dan lama kelamaan saya pun terbiasa akan hal tersebut. Saya merasa senang bisa mengkuti organisasi berbau militer banyak pahlawan menjadi sukses setelah mengijuti menwa. Seperti saat ini Pak Wagub DKI Jakarta yaitu Bpk. Patria yang dahulu pernah menjawab sebagai Komandan Menwa Nasional belai merupakan panutan ya g baik bagi kami, alhamdulilah sekarang resimen mahasiswa telah cutra sudah baik dan banyak disegani oleh masyarakat Indonesia serta kehadiranya diterima dengan sangat baik. Saya pun pernah mengikuti kegiatan dinas luar yang pemateri saat itu Bapak Anies Baswedan selaku Ketua Gubernur DKI Jakarta. Saat saya merasa senag karena bisa mendegar sambutan dan bisa melihat langsung pak Anies dan bisa berfoto bareng dengan pak Anies tersebut. Saya juga bangga memiliki keluarga dan saya juga menambah oengalaman oertemana dari sabang sampai marauke pada saat saya mengikuti perlombaan di Ksatria Cendikia yang dilaksanakan di UNJ terdir dari berbagi jenis lomba sebagai berikut: Napak Tilas, Essai, Long march, pengabdian kepada masyarakat, menembak. Dan disana saya banyak belajar bahwa kemenangan bukan segala saya pernah hampir menang pada saat lomba menembak putri akan teai sayang sekali skor saya dengan univ saguan lain beda satu saya skor 25 dia skor 26 ya g harus ya mendpatkan juara 3 jadi tidak jadi, yaudah gak apa mungkin allah akan memberikan hadiah yang lain. Ada games pada saat perpisahan yaitu lomba games tentang lomba vidio terbaik akan mendapatkan bingkisan walaupun hanya menhikuti lomba tersebt yang vidio hanya 3 orang dinilai dari like terbnyak yaitu dari satuan bandung dia juara satu dan saya juara ke2 dengan like lumayan. Dan akhirnya saya bisa membawa kemenngan wlupin hanya games beruoa bingkisan. Disaana saya belajar bahwa latihan uang tekun dan giat itu penting. Saya juga mengijuti lomba esai akan tetapi hanya masuk 7 besar sedangkan diambil hanya 5 besar. Sabar mungkin itu ada hikamhnya. Saya belajar bersyukr dari setipa giay menwa diluar apalagi selama pandemi seperti packing sembako blt dijakarta, bencana banjir bandang,  kerja bakti, penyemrotan desinfektan ke sekolahan, membagikan makanan kepada yang membutuhkan. Saya juga bersyukur bisa mengijuti ormas sepeeti karang taruna, risma nusa yang menurut saya dapat menamabah relasi dalam pertamanan yang dapat memperkembangkan personal branding saya saat ini. Risma nusa adalah oragniassasi remaja masjid nurusadaah dinaunhin oleh 5 rw dilingkingan taman wisma asri II yang memiliki tujuan yaitu untuk menyiarkan agama islam, serta memperingati PHBI. Di oragnisasi tersebyt saya merasakan yang artinya cinta damai dalam sesam umat beragama tinggi toleransi harus kita terapkan dalam kehiduoan kita sehari untuk dapat menghormati umat yang beragama. Saya setelah mengikuti organisasi tersebt jiwa dan bagin saya merasa tenang dan nyaman setelah mendengarkan lantunan ayat suci al-quran dengan bertadarus bersama serta memajatkan puji serta syukur atas kehadirt allah swt dan menjujung nabi besar kita muhammad saw. Saya mengikuti organisasi untuk memperdalam dalam  ilmu agama islam. Dengan semangat nuda masih memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Argumentatif (Keluarga RW 20 )

Keluarga Rw 20 yang awam ini bukan tak percaya adanya virus corona, jangankan virus yang masih se-alam,  sama-sama alam fisika, malaikat dengan jin yang beda alam pun kami percaya, padahal alam mereka metafisika.

Sekarang keluarga rw 20 adalah keluarga yang saling mengayomi serta memberi kepada sesama dan paling terkenal dengan citra yang harmonis dan humoris. Sekarang mereka sudah melek terhadap kesehatan mandiri untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah saja.

Bukan pula kami curiga kepada paramedis yang mati-matian sampai dengan mati benaran berjibaku menyelamatkan pasien corona, Sudah banyak keluarga rw 20 terkena virus corona dan ada juga sudah dipanggil allah lebih sayang dia , luka haru sangat berbekas yang membuat kami terenyuh, yang membuat warga enggan untuk keluar rumah , rasanya lingkungan rumah sepi hampa tanpa ada orang yang keluar rumah.

Kami hanya tak percaya dengan kebijakan pemimpin negeri ini dalam menghadapi pandemi.

Bayangkan…

Saat virus ini dimulai dari Cina, sampai hari ini “bangsatwan” dari negeri tersebut bebas keluar masuk, bahkan diberi fasilitas istimewa. Ketika semua negara menutup pelabuhan dan bandara, pemimpin negeri ini malah sibuk promosi pariwisata. Saat negara lain fokus menyelamatkan nyawa, pemerintah republik ini sibuk menyelamatkan devisa.

WHO telah umumkan antivirusnya belum ada, seharusnya antibodi menjadi tumpuan. Tapi pemerintah secara sistematis menggerus imunitas tubuh dengan pemberitaan korban corona terus menerus. Seharusnya ruang ibadah, ruang belajar, ruang kerja, dan ruang sosial menjadi tempat mengecas imun, tapi semua ditutup agar kita fokus menahan serangan virus tanpa tameng tanpa senjata.

Refocusing anggaran di mana-mana, pegawai yang seharusnya kerja, sekarang hanya melamun saja. Proyek yang menyerap tenaga kerja terhenti dan ekonomi pun merana.

Rakyat disubsidi dengan dana desa, warga menumpuk menanti jatahnya. Kenapa tidak dibuka lahan tani, kebun dan ternak seluas-luasnya, agar masyarakat bisa beraktivitas dan melupakan corona.

Pastikan hasil usaha mereka diserap pasar, atau dibeli oleh pemerintah dengan anggaran corona walaupun untuk “dibuang” semua. Sekurang-kurangnya, badan mereka sehat karena keringat mengucur, jiwa mereka kuat karena ada harapan yang menggiur.

Biarkan mereka tetap belajar agar masa depan mereka makmur, aktifkan ruang-ruang sosial agar mereka terhibur, dorong mereka beribadat, Kalaupun mati karena corona minimal selamat di dalam kubur. Kawan-kawan paramedis, kuatlah… kami tidak melawan Anda, kami hanya melawan kebijakan yang salah kaprah, yang setiap hari terus berubah, bukan hanya kebijakan, bahkan termasuk istilah. Kami pun bingung dengan peraturan-peraturan yang cenderung menyingkirkan akal sehat.

Dimana disatu sisi, diwajibkan pemakaiannya dari jenis apapun tidak dipermasalahkan, yang penting pakai, disangsi jika tidak digunakan, tapi disisi lain, ada klasifikasikasi yang boleh dan jangan dipakai. Belum lagi peraturan dimana sedang sendiri pun, diwajibkan tetap dipakai. Sementara dari teori yang ada, dia menyebar lewat droplet. Tidak terbang di udara sepertinya halnya virus penyakit lain.

Rakyat yang menghadiri upacara pemakaman dibubarkan dengan alasan berkerumun, padahal sudah memakai protokol, sementara disidang razia masker mereka berkerumun kok tidak dibubarkan juga?

Dan tempo hari, ketika ada elemen rakyat yang berdemo dan dangdutan di pilkada pun tidak dibubarkan.

Jadi mau dibawa kemana arahnya peraturan ini ???

Peraturan suka-suka kah?

Dan..

Mohon dijelaskan, pasien positif corona yang sudah sembuh, sembuh karena obat ataukah sembuh dengan sendirinya…?

Kalau sembuh dengan obat, apa nama obatnya…?

Kalau sembuh dengan sendirinya, untuk apa buang-buang waktu, tenaga, biaya bahkan nyawa…?

Kalau yang meninggal disebabkan karena penyakit penyerta, kenapa sibuk mengurus orang yang tanpa gejala…?

Kalau yang meninggal karena salah diagnosa, bagaimana merevisi datanya…?

Kenapa tidak disampaikan juga…?

Wahai akal sehat pulanglah kembali ke Indonesia, bila tidak pergilah selamanya…Karena saudara kami yang mengalami gangguan jiwa, sampai hari ini baik-baik saja..

Bila hari ini anda menduga bahwa dengan mengenakan masker, mencuci , menjaga jarak dan menkonsumsi makanan yang bergizi dapat membentengi diri anda dari wabah corona atau lainnya,

mengapa anda tidak bergegas berlindung di bawah naungan Allah Ta’ala sehingga anda benar benar aman dari wabah corona..

#Antara “masker” dan di paksa “bungkam” !!

Author: paul