Terima kasih Odading, Terima kasih Kekasihku

201801415248_Vitaloka Diana_Penulisan Kreatif dan Storytelling

Kenangan terindah saat makan odading adalah kenangan yang tak bisa terlupakan bersama subakti kekasih ku, yaa memang odading lah yang membuat kita bersama, karna itu makanan favorit kami. Aa rasanya jiwa ini tak sanggup menahan rasa rindu, rindu yang amat dalam sampai hatiku terasa mati karna tidak bisa menerima kehadiran orang lain. Bukan karna aku tak bisa mencintai manusia lain selain dirinya, tapi karna ada luka yang tidak bisa membuat hati ini sembuh. Aku dan subakti menjalani hari hari selalu bersama banyak cerita yang kita lalui selain memakan odading yang rasanya seperti iron man dan kata “anjay” lah yang selalu diucapkan subakti untuk gigitan pertamanya “Anjay Mantep benerr” dengan nada bicaranya yg membuat aku tertawa. kita menikmati setiap momennya, hingga saatnya kamipun telah LULUS dari pendidikan SMA. Subakti mendapatkan nilai tertinggi di sekolahku, aku senang melihatnya senang tapi saat itu juga subakti membicarakannya tentang melanjutkan pendidikannya, pihak keluarga subakti sudah berencana melanjutkan pendidikannya untuk keluar negeri yaitu Amerika Serikat. Aku yang mendengar penjelasan dari subakti hanya bisa terdiam dan memikirkan janji yang pernah ia ucapkan dulu “aku gaakan pernah ninggalin kamu, gaakan pernah berkurang rasa cinta ku, camkan perkataan ku ini dan percayalah sayang” itulah ucapan yang pernah keluar dari perkataan subakti. Tak lama air matakupun langsung berlinang, subakti melihat ku seperti itu langsung memeluk ku sambil berbicara kecil di telingaku “sabar sayang, tunggu aku kembali ya. Aku akan terus mengabarimu”. Saat itu pula aku harus belajar untuk menahan ego, ego ku yang tak ingin subakti jauh dari ku. Saatnya tiba keberangkatan subakti menuju Amerika Serikat, aku ikut mengantarkannya sampai bandara, langkah demi langkah kaki subakti yang semakin dekat untuk menuju pesawat dan semakin jauh dari posisi ku, aku hanya bisa menahan bendungan air mata yang tak boleh di lihat oleh subakti, namun saat itu subakti menoleh kearah belakang, matanya tertuju padaku hingga akhirnya ia berlari kecil ke arahku dan memeluk ku dengan erat sabil berkata, “aku akan kembali menemuimu dan makan odading bersama sama lgi, tunggu aku ya, setelah itu subakti melepaskan pelukan hangatnya dan melanjutkan langkah kakinya menuju keberangkatannya. Tiba tiba ponsel ku berbunyi “tring” ternyata pesan singkat tersebut dari subakti yang bertuliskan “aku mencintaimu sampai akhir hayat ku,bekel odading darimu akan ku makan saat didalam diperjalanan, terimakasih sayang” aku yg melihat pesan tersebut langsung menjerit dalam hati, dari perjalanan bandara sampai rumahpun hati ini sangat menjanggal, benar saja. 3 jam setelah saya sampai rumah, bunda subakti menghubungiku sambil menangis, akupun hanya bisa menanyakan apa yang yang telah terjadi. Dan bunda memberitahukan bahwa pesawat yang di tumpangi subakti mengalami kecelakaan. Aku hanya bisa menjatuhkan telfon ku dan tangisan bundapun menular kepadaku, aku tak menyangka bahwa pesan di bandara tadi adalah pesan terakhir dari subakti yang menyatakan bahwa akan mencintaiku sampai akhir hayatnya, pupus sudah harapan ku untuk terus hidup bersama subakti. Kematian tragis yang membuatku tak bisa melupakannya karna jasadnyapun sampai saat ini tidak ditemukan,hanya harus belajar iklas dan terasa hampa hari demi hari tanpanya, hingga aku memahami betul tentang filosofi Risalah hati.
Hari demi hari aku selalu mengirimu pesan singkat,walau aku tau pesan ku tak akan terkirim. Tetapi aku yakin kamu akan mengetahui pesan apa yang aku kirim.
Iyaaa salah satunya “Katamu aku harus nunggu kamu disini ? Karna semua itu tindak mungkin, bagaimana kata tersebut aku ganti ” tunggu aku di alammu ya subakti ❤️, aku rindu, akan kah kamu rindu dengan ku disana? Apakamu masih ingat rasa odading? Hahhh aku rindu apa yang ada didirikamu. Terimakasih odading berkat dirimu aku bisa bertemu dengan kekasihku, terimakasih kekasih ku karna kamu terlah menjadi segalanya bagiku.
Author: paul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.