SEPAK TERJANG MENTRI LUAR NEGERI “RETNO MARSUDI” SEBAGAI ACTOR KOMUNIKASI POLITIK

Retno Lestari Priansari Marsudi merupakan perempuan yang sangat dikenal dalam dunia politik di indonseia dengan panggilan yang dikenal yaitu Retno Marsudi, dan beliau ini kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Jokowi untuk kedua kalinya. Pada periode kepemimpinan Jokowi dan Ma’ruf Amin 2019-2024 ini, Beliau kembali menempati posisi yang memang telah ditempatinya sejak 27 Oktober 2014 lalu.

Retno Lestari Priansari Marsudi, putri Semarang yang sepak terjangnya di dunia diplomasi internasional, sudah tidak diragukan lagi. Begitu lulus dari jurusan Hubungan Internasional UGM, beliau langsung lolos beasiswa master dari Kementerian Luar Negeri yang kemudian menjadi lembaga yang membesarkan namanya.

Retno Marsudi memulai sepak terjangnya sebagai staf di Biro Analisa dan Evaluasi untuk ASEAN pada tahun 1986. Kerja keras Retno di Kementerian Luar Negeri berbuah manis. Tahun 1997, ia ditunjuk menjadi sekretaris bidang ekonomi di Kedubes Indonesia di Den Haag, Belanda. Setelah itu, berbagai jabatan di Kemenlu sempat ia emban. Mulai dari Direktur Eropa dan Amerika, Dubes Indonesia untuk Norwegia dan Islandia, hingga Dirjen Eropa dan Amerika yang bertanggung jawab mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara di dua benua itu. Sebelum menjadi Menlu, ia merupakan Dubes Indonesia untuk Belanda.

Sepak terjangnya di Kemenlu, ditambah dengan isu ekonomi dan HAM yang menjadi unggulan Retno, berhasil menarik hati Presiden Joko Widodo. Kariernya selama 22 tahun di bidang diplomatik, menobatkannya menjadi menteri luar negeri perempuan pertama di Indonesia. Prestasi Retno sebagai menteri terlihat saat Indonesia menjadi tuan rumah peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika tahun 2015 lalu. Tak hanya itu, Indonesia juga dipercaya menggelar Pertemuan Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada 2016. Di bawah kepemimpinan Retno pula, Indonesia meneken kerja sama trilateral dengan Malaysia dan Filipina soal keamanan perairan serta penanggulangan terorisme. Di luar negeri, Retno juga memegang peranan penting dalam diplomasi di PBB soal kasus Rohingya. Puncaknya, Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Dengan segudang prestasi yang diraih Indonesia di kancah internasional di Era Retno, tak heran, Jokowi kembali mempercayakan jabatan menteri kepada beliau.

Beliau juga sempat dinobatkan sebagai “The Best Ambassador” dalam penghargaan Certificate of Merit yang diadakan oleh majalah Diplomat Magazine pada tahun 2015 dan Ridder Grootkruis in de Orde can Oranje Nassau dari Raja Willen Alexander. Kedua penghargaan tersebut berkaitan dengan prestasi Retno Marsudi yang berhasil menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belanda periode 2012-2014 dan Menteri Luar Negeri Indonesia.

Tidak hanya itu, selama masa jabatannya, Beliau pun juga berhasil memberikan perlindungan terhadap warga negara yang ada di luar negeri, dalam hal penyanderaan, bahkan yang diancam hukuman mati. Beliau juga membuktikan kemampuannya dalam hal lobi dan negosiasi.

Penulis : Anita Dwi Lestari (201810415160)

Author: paul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.