Sepak Terjang Megawati Soekarnoputri Dalam Dunia Politik

201910415223_Manda Shinta Bella_Komunikasi Politik

Megawati mulai terjun ke dunia politik pada tahun 1986. Tak lama setelah itu, ia terpilih sebagai Ketua Umum PDI tahun 1993. Megawati kemudian memisahkan diri dengan PDI dan mendirikan PDIP pada tahun 1999. Megawati Soekarnoputri kembali menjabat sebagai ketua umum PDI Perjuangan (PDIP) 5 tahun mendatang. Keputusan ini merupakan aspirasi dari hasil konferensi cabang (konfercab) dan konferensi daerah (konferda) yang telah dilakukan sebelum kongres.

Sosok Megawati Soekarnoputri  sangat lekat dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Sepak terjang puteri Presiden Pertama RI, Soekarno di PDI itu terbilang panjang dengan melewati berbagai rintangan. Berawal dari bujukkan suaminya Taufiq Kiemas, Megawati memutuskan terjun ke belantara politik. Awal 1987, Megawati menyusul suaminya tersebut menduduki bangku kader PDI. Akhirnya Taufiq-lah yang berhasil mengajak Mega terjun di dunia politik. Padahal saat itu, menurut yang saya dengar, bahkan Golkar juga menginginkan Megawati.

Megawati mengawali karier di PDI sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang, Jakarta Pusat. Pendidikan politik yang didapat dari mendiang ayahnya, Soekarno, memberinya bekal untuk menjalani kehidupan sebagai politikus.

Pada 1987, Megawati langsung terlibat dalam kampanye PDI yang menghadiri banyak kader. Menurut mendiang Soerjadi yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Umum PDI, Megawati selalu memberikan sumbangsih besar untuk PDI. “Dalam kampanye saya pidato satu jam, tapi suara terbanyak bisa dikumpulkan dari Mega, yang hanya bicara dua menit,” katanya mengisahkan dalam buku tersebut.

Kendati demikian, banyak pihak yang menentang kehadiran Megawati di PDI. Sejumlah kader menilai Megawati belum waktunya melakukan kegiatan politik dengan dalih takut melunturkan simbol perjuangan Soekarno. Kondisi tersebut nyatanya hanya sebuah kesinisan. Sampai pada akhirnya, Megawati dipilih menjadi Ketua Umum PDI secara aklamasi. Pengangkatan Megawati sebagai ketua umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pertama kali sempat memancing polemik. Pemerintah pada saat itu merasa khawatir lantaran Megawati dinilai akan meradikalisasi suara masyarakat.

Related posts

Leave a Comment