SEPAK TERJANG JUSUF KALLA SEBAGAI AKTOR KOMUNIKASI POLITIK DI INDONESIA

201910415046_Julia Rahmawati Hilma _komunikasi politik

Dr.Drs.H.Muhammad Jusuf kalla atau JK adalah pengusaha dan politisi indonesia yang menjabat sebagai wakil presiden indonesia ke- 10 dan ke- 12 , kemudian ia merupakan wakil presiden pertama yang menjabat 2 kali, ia menjadi wapres dalam 2 masa jabatan yang tidak berturut -turut Dalam masa jabatannya yang pertama, periode 2004-2009, ia merangkap sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya. JK menjadi calon presiden bersama Wiranto dalam Pilpres 2009 yang diusung Golkar dan Hanura.

Jusuf kalla memulai perjalanan karier politiknya menjadi anggota DPRD sulawesi selatan di usia 23 tahun . Jusuf Kalla memulai karier politiknya sejak muda. Saat masih menjadi pelajar, ia aktif tergabung di dalam beberapa organisasi kepemudaan. Sejumlah posisi-posisi penting dilakoninya, seperti Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) cabang Sulawesi Selatan dari tahun 1960-1964, hingga menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam cabang Makassar 1965-1966.

Tahun berikutnya, tepatnya di tahun 1967, JK dipercaya menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanudin dan juga Ketua Dewan Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia sampai tahun 1969. Gairah aktivisnya tersebut kemudian menarik minatnya untuk bergabung dengan Sekretariat Bersama Golongan Karya di tahun 1965. Meskipun saat itu ia tengah menyelesaikan skripsi, tapi ia justru terpilih sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan untuk periode 1965-1968 di usianya yang terbilang sangat muda.

Kemudian ia Menjadi anggota  MPR RI ,1982-1987,1997-1999 . yaitu  Jusuf Kalla memimpin perusahaan keluarga yang bergerak di berbagai bidang, properti, sawit, transportasi, tapi juga memberikan perhatian penuh terhadap masalah-masalah di Indonesia.  Meskipun sempat vakum dari dunia politik untuk waktu yang cukup lama, JK kemudian kembali masuk dan menduduki posisi penting sebagai Anggota MPR RI dari Golkar pada tahun 1982-1987, dan terpilih duduk di MPR lagi saat krisis moneter tahun 1997-1999.

ia menjabat sebagai menteri perindustrian dan perdagangan tahun 1999-2000. ia berhasil mengangkat perusahaannya menjadi besar dan dikenal di dunia internasional. Itulah salah satu pertimbangan Gus Dur, mengangkatnya sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 1999. Sayangnya, baru menjabat selama enam bulan, ia dipecat oleh Gus Dur.

Jusuf kalla menjadi menteri koordinator bidang kesejahteraan rakyat ,2001-2004 .Di saat-saat inilah kemampuannya dalam menangani konflik mulai terlihat. Tugas pertamanya adalah meredam konflik antar-agama di Poso, Ambon, dan Gowa pada tahun 2001-2002. Alhasil Ia sukses mendamaikan dengan pendekatan-pendekatan yang lembut dan meyakinkan pihak yang berkonflik bahwa pertikaian justru memperburuk keadaan.

Kemudian ia menjadi wakil presiden RI 2004-2009. Setelah sukses menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, JK kemudian memutuskan untuk maju ke kontestasi Pilpres 2004 bersama Susilo Bambang Yudhoyono. Di Pilpres pertamanya ini, ia berhasil memenangkan suara terbanyak dan duduk sebagai Wakil Presiden.

Dan menjadi wakil presiden untuk kedua kalinya tahun 2014 -2019. Pada tahun 2009, JK kemudian mencoba peruntungan untuk maju ke Pilpres, namun dengan untuk merebut posisi presiden dengan didampingi oleh Wiranto. Sayangnya, ia kalah telak dengan petahana SBY yang memutuskan untuk maju kembali bersama Boediono. Jusuf kalla  kemudian tidak menjabat apa-apa di pemerintahan. Hingga akhirnya, pada tahun 2014 diminta oleh Joko Widodo untuk menemaninya sebagai wakil presiden di Pilpres. Beruntung kali ini dirinya kembali lolos dan duduk sebagai wakil presiden untuk yang kedua kalinya.

Author: paul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.