Petisi Bebaskan Siti Fadilah Supari pada saat Covid 19

201610415036_Alfiyah Nurfianna_Komunikasi Politik

Siti Fadila Supari merupakan Menteri Kesehatan Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu di era pemerintahan dan Susilo Bambang Yudhyono dan Jusuf Kalla.

Sebelum menjadi Menteri Kesehatan beliau bekerja sebagai staf pengajar kardiologi Universitas Indonesia. pada 1993, ia mengambil kursus Kardiologi Molekuler di Heart House Washington DC, Maryland dan pada tahun 1997 beliau kursus Epidemiologi di Fakultas Universitas Indonesia. pada 1998 ia kursus Preventive Cardiology di Goteborg da peneliti di Bowman Grey Comparative Medicine di Amerika Serikat.

Setelah itu, selama 25 tahun, beliau menjadi ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Pada tanggal 20 Oktober 2004, Siti Fadilah dilantik menjadi Menteri Kesehatan. Serah terima jabatan menkes dari Achmad Sujudi ke Siti Fadilah dilakukan di Jakarta, 21 Oktober 2004. Selain itu Achmad Sujudi juga menyerahkan 32 buku yang berisi kegiatan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang dihasilkan serta memori jabatan yang diharapkan dapat menjadi acuan kebijakan selanjutnya.

Belum lama beredar sebuah petisi di Change.org yang yang meminta Presiden Joko Widodo bebaskan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari untuk bantu penangan COVID 19. pada Kamis, 16 April 2020, petisi tersebut sudah mendapatkan tanda tangan dari warganet sebanyak 42 ribu lebih dan tengah menuju angka 50 ribu. Tapi, pada, Sabtu, 18 April 2020, tanda tangan di petisi tersebut tiba-tiba turun drastis menjadi 15 ribuan. Pencetus petisi Jandi Satrio Wibowo membenarkan sekitar 40 ribu tanda tangan masyarakat pada petisi “bebaskan Siti Fadilah Supari, berjuang bersama melawan wabah corona” di platform Change.org itu menghilang begitu saja pada pagi 19 April 2020. padahal pada Jumat, 17 April 2020, pihaknya merekam angkanya sudah hampir mencapai 50 ribu, sedangkan tadi pagi mereka melihat angkanya tiba-tiba hanya sekitar 8 ribu. Jandi mengatakan saat ini pihaknya sedang berusaha mengajak para simpatisan yang telah menandatangani secara online petisi tersebut untuk kembali mengakses petisi. hal ini mereka lakukan sembari mencari solusi dan alternatif mengumpulkan dukungan yang lebih secured kedepannya (unexplnd: 2020).

Siti Fadilah saat memimpin Departemen Kesehatan (Kementrian Kesehatan) dinilai berhasil atasi berbagai penyakit menular, seperti pada 2005-2009 Indonesia berhadapan dengan wabah flu burung. Siti juga membongkar konspirasi WHO dan Amerika Serikat dalam pengembangan senjata biologis dengan menggunakan virus flu burung. Diakuinya dalam wawancara dengan Alinea.id, dirinya menghadapi negara adidaya yang selama ini membiayai WHO dan membuat sistem tidak adil. Saat ini Siti masih mendekam di penjara Pondok Bambu Jakarta Timur setelah divonis bersalah atas kasus korupsi pada bulan April 2012 atas proyek pengadaan alat kesehatan buffer stock untuk kejadian luar biasa tahun 2005 senilai 15 Miliar Rupiah dengan perkiraan kerugian Negara sebesar 6 Miliar Rupiah.

Related posts

Leave a Comment