Mr. Crack yang akhirnya menyerah oleh “Heartcrack” di usia senja

Indonesia kembali kehilangan sosok bapak bangsa, seorang panutan bagi generasi penerus dalam ikhtiarnya membangun tanah air tercinta. Kini seorang technocrat itu hanya meninggalkan nama dan sekelumit kenangan yang membawa Indonesia dihormati di mata Internasional. Yang tidak terlupa adalah N250 atau pesawat Gatot Kaca yang diproduksi oleh Indonesia dengan tangan-tangan terampil sarjana teknologi Nusantara dapat melesat mulus di langit Indonesia.

Habibie, meski hanya menjadi Presiden seumur jagung namun karyanya tetap abadi. Selama masa jabatan yang tidak panjang itu ia berhasil membawa Indonesia ke gerbang demokrasi terbuka. Dimana rakyat dapat bersuara tanpa dihinggapi rasa takut dan khawatir oleh kediktatoran masa lalu.

“Seorang intelektual yang religius, rajulun salih” ungkap Mantan Ketua MPR, Amien Rais dalam wawancaranya oleh TVOne malam lalu. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa Habibie adalah seorang yang sudah memiliki kapasitas ilmu pengetahuan di atas rata-rata namun tetap tidak melupakan sang pencipta. Beliau memiliki slogan yaitu ilmu pengetahuan teknologi dan iman serta takwa. Dalam kata lain, jika beliau mau… harta, tahta, wanita dapat ia peroleh kapanpun ia mau namun keduniaan tidak menjadi pilihan, tetapi keukhrowian menjadi pegangan.

Bila berkaca pada pengalaman masa kecilnya, Habibie sudah menjadi pemimpin saat menggantikan ayahnya menjadi Imam.  Habibie yang mengetahui ayahnya sudah tiada di takhiyat akhir itu memilih maju menggantikan peran ayahnya dan menutup rangkaian sholat bersama keluarga. Isak tangis pun mewarnai keluarga Habibie usai shalat bersama itu.

Tak kalah hebat di masa mudanya saat berkuliah di Jerman. Kontribusi Habibie memiliki pengaruh besar bagi industri dirgantara dunia. Dikutip dari sains.kompas.com, Salah satu karya monumental Habibie adalah Crack Progression Theory. Teori ini menjadi solusi dari masalah panjang yang dapat ditimbulkan oleh retaknya bagian sayap dan badan pesawat akibat mengalami guncangan selama take off dan landing dan hingga kini masih menjadai pedoman dirgantara dunia. Berkat temuan pentingnya, Habibie dijuluki Mr Crack.

Dalam ranah sosial agama, ia pun turut andil dalam berdirinya ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) dan surat kabar Republika. Melalui ICMI, ia merangkul seluruh lapisan umat Islam baik dari NU, Muhammadiyah, Persis dan lainnya. Satu hal yang menarik bagi penulis adalah istilah Cendekiawan Muslim, Istilah yang berkelas, moderat dan intelek yang menjdikan warna baru muslim Indonesia hingga kini. Pun, Republika dijadikan sebagai media komunikasi dalam menyampaikan dakwah terkait nasionalisme, agama dan modernisasi.

Kini Mr. Crack yang mampu memecah kebuntuan Indonesia sudah tiada. Ada suatu hal yang menarik bagi penulis tatkala Mr. Crack diwawncara Najwa. BJ. Habibie (Mata Najwa, 2014)

Najwa: Pemimpin mana yang layak untuk memimpin Indonesia?
Habibie: Pemimpin yang berusia antara 40-60

Dalam memimpin Negara, seorang Habibie menegaskan untuk memberikan tongkat estafet kepada generasi muda…

Terima kasih eyang Habibie atas kepercayaanmu kepada generasi muda…

Selamat jalan, Semoga surga menanti di hadapan…
Innalilahi wa Inna ilaihi raajiuun…

Dibalik Lelaki Hebat adalah Istri yang Terhebat

Hasil gambar untuk habibie ainunHasil gambar untuk bu tien

Hasil gambar untuk bu anie yudhoyono Hasil gambar untuk istri bung hatta

Foto-foto diatas mengingatkan kita pada sosok-sosok pemimpin bangsa yang setia kepada pasangan hingga maut memisahkan. Ternyata istilah itu bukan cuma slogan tetapi fakta. Baik Habibie, SBY, Soeharto dan Bung Hatta telah menunjukkan kepada masyarakat bahwa doa istri menjadikan mereka sosok yang tangguh dalam memimpin.

Seluruh masyarakat menyaksikan bagaimana rapuhnya seorang Habibie setelah ditinggal Ainun, seakan hidupnya hampa dan tidak memiliki gairah dan semangat dalam menjalani aktivitas duniawi. Sama halnya dengan SBY, meski dengan badan tinggi tegap dan berupaya tegar. Isak tangis meliputi hati betapa kehilangannya beliau atas seorang istri yang senantiasa aktif, semangat dan ceria mendampingi sang suami dimanapun dan kapanpun. Pun demikian dengan Rahmi hatta dan Tien Soeharto, kerap menjadi penenang ambisi dari suami mereka.

Kesabaran, Keihklasan dan Doa menjadi pelajaran yang telah mereka wariskan pada masyarakat Indonesia. Menyaksikan romantisme para pemimpin ini, penulis berdoa semoga bisa meneladani apa yang telah dicontohkan.

(Dari berbagai sumber)

‘Wallahu ‘alam bi murodhi”

 

husni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *