Breaking News

RUKUN ISLAM DAN MAKNANYA

Oleh: Husni M. Hasbie
Disampaikan pada kultum jelang tarawih 2018 di Musholla Al-Ittihad

 

Asslamu’alaikum Wr. Wb

Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Gofur, Allah SWT, semoga ibadah puasa kita mampu menutupi  kejahilan-kejahilan kita sebelumnya dan diberikan ampuna oleh Allah SWT.

Sholawat beserta salam kita sanjungkan kepada Nabi akhir zama, Muhammad SAW, semoga kita senantiasa mendapatkan syafaatnya kelak.

Bapak/Ibu jamaah sholat tarawih rahiakumullah…

Sekilas saya ingin membahas makna-makna yang terkandung dalam rukun Islam… Seperti kita ketahui bersama bahwa rukun islam terdiri dari 5 perkara:

  1. Syahadat
  2. Sholat
  3. Zakat
  4. Puasa di Bulan Ramadhan
  5. Haji (bagi yang mampu)

Pertama Syahadat,

Sebuah pengakuan keesaan Allah SWT dan Muhmmad sebagai Nabi akhir zaman. Dalam hal ini kita meyakini bahwa ada sang pencipta yang tunggal dan maha segalanya.

Ketika seseorang mengucapkan syahadat ini, berarti lisan dan hatinya meyakini bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dan dijadikan tujuan ibadah kecuali Allah. Adapun semua sesembahan selain Allah adalah sesembahan yang batil dan tidak boleh dijadikan tujuan beribadah. Menaati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua syariat yang beliau bawa, baik bentuknya berita, perintah, maupun larangan.

Kedua Sholat, 

Sholat adalah bentuk komunikasi kita kepada Allah. Allah memberikan kesempatan kita berkomunikasi dalam lima waktu… Kalau kita ingin bertemu presiden saja harus menunggu waktu lama hingga di ACC kepala staff keresidenan.. tetapi Allah menyediakan waktu yang luas untuk makhluknya, kita bisa bertemu lima waktu dan berkeluh kesah kepadanya… dan Allah senantiasa mendengar seluruh doa-doa kita

Terlebih saat bulan puasa ini… Allah memberikan keleluasaan waktu yang panjang… kita bisa berkomunikasi kepada Allah dengan sholat malam berjamaah dan meminta ampunan Allah atas apa yang kita perbuat… Maka di setiap jeda tarawih, bilal sering memanjatkan do’a “Allahumma innaka ‘afuwwun kariim… Tuhibbul Affa fa’fuanna” yang artinya Ya Allah sang maha pengampun… Kami memohon belas kasihmu untuk memaafkan seluruh dosa dan kesalahan kami…

Maka pantaslah sholat itu disebut tiang agama… karena seringnya kita berkomunikasi dengan tuhan kita, kita akan menjalin hubungan yang amat dekat dengan yang menciptakan kita… Ibarat dosen mah kalau ada mahasiswanya sering konsultasi, dosen tersebut semakin mengenal karakter mahasiswanya dan memberikan solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah yang dimiliki si mahasiswa.

Ketiga Zakat,

Terkadang yang kita ketahui bahwa zakat tujuannya untuk membersihkan diri, tetapi sebenarnya lebih dari itu. Zakat merupakan bentuk solidaritas kita kepada saudara kita sesama muslim dan bahkan menjadi maslahat untuk umat lainnya. Dalam zakat fitrah misalnya, yang kita keluarkan dalam setahun sekali, merupakan bentuk keihklasan kita memberikan sedikit apa yang kita punya kepada mustahiq zakat (orang yang membutuhkan). Saudara-saudara kita bisa menikmati indahnya idul fitri.

Hal yang lain, zakat maal… Zakat maal bisa digunakan untuk menyejahterakan umat. Hasil yang telah dikumpulkan dapat dibangunkan klinik, membeli ambulance, biaya pemakaman dan lain-lain semata-mata untuk kemaslahatan umat dan berdampak kepada umat lainnya.

Keempat Puasa Ramadhan,

Puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar, haus dan syahwat saja melainkan memiliki nilai untuk kita senantiasa bersimpati kepada orang-orang yang kesusahan… Kita jadi memahami bagaimana orang yang setiap harinya harus menahan lapar, orang yang tidak mampu membeli sesuap nasi… Disamping itu juga kita dipaksa untuk menge”rem” pengeluaran harian kita.  Yang biasa boros, diajarkan berhemat…  Yang biasa berlebihan, belajar dengan kekurangan…

Maka dari itu tidak salah bila dikatakan bahwa “Shuumu Tashihu, berpuasalah maka kamu sehat”… Sehat dalam arti tidak hanya fisik tapi pikiran dan perbuatan…

Kelima Haji,

Haji diperuntukkan bagi yang mampu… Mampu disini yang diutamakan adalah siap fisik, ilmu dan keuangan… Hal ini menunjukkan bahwa sebagai muslim yang baik adalah muslim yang sehat jasmani dan rohani, muslim yang kaya baik kaya harta maupun kaya hatinya (pemurah, sabar, dan tawakkal)… Dan dalam bulan haji ini adalah pesta untuk seluruh umat… Semua bisa menikmati daging qurban… Disinilah letak kebersamaan kita, saling berbagi dengan umat lain dan saling menutupi kekurangan masing-masing…

 

Oleh karena peting bagi kita untuk senantiasa:

  1. Muhasabah: Selalu mengevaluasi diri
  2. Muraqabah: Selalu merasa Allah mengawasi kita
  3. Tarbiyatul Ibadah: Meningkatkan ibadah kita baik ibadah mahdhoh maupun ghair mahdhoh

Wallahu’alam bisshowab

 

husni

2 thoughts on “RUKUN ISLAM DAN MAKNANYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *