Breaking News

ringkasan Kode Etik Penyiaran (Ardi Irawan)

KODE ETIK PENYIARAN

kode etik adalah sekumpulan aturan atau patokan yang harus dihormati oleh pelaku profesi di bidang penyiaran. Dalam konteks televisin, selain narasi atau kata – kata yang diucapkan atau semua yang di siarkan mempunyai arti dan memberi pengaruh yang cukup besar untuk penontonnya. Oleh sebab itu kode elik diciptakan untuk mengatur penyiaran untuk menyiarkan siaran yang layak dan tidak memberi pengaruh negative terhadap pemirsa. Siaran suatu media diatur oleh UU PENYIARAN NO. 32 TAHUN 2002.

Jenis pelanggaran dalam undang undang penyiaran terbagi menjadi 2, yaitu :

  1. Pelanggaran kode etik : yaitu hal yang terkait dengan upaya stasiun televisi menjaga etika dan moral ketika menyiarkan suatu program/acara.
  2. Pelanggaran administrative : misalnya pelanggaran ketentuan mengenai izin penyelenggaraan siaran, ketentuan mengenai hak siar,, dan lain lain.

Sanksi yang diberikan kepada pelanggar aturan tersebut berupa sanksi pidana selama 2 sampai 5 tahun penjara atau sanksi administratif/denda sebesar 5 milyar rupiah. Untuk menghindari pelanggaran tersebut, maka ada yang namanya pedoman perilaku penyiaran menentukan standar isi siaran yang meliputi :

  1. Rasa hormat terhadap pandangan agama
  2. Rasa hormat terhadap hal pribadi
  3. Kesopanan dan kesusilaan
  4. Pembatasan adegan yang tidak senonoh
  5. Ketepanan dan kenetralan program berita

 

KODE ETIK DI INDONESIA

Dalam tugas jurnalistik, reporter harus mengetahui aturan dan ketentuan yang mengatur kegiatan liputan yang terangkum dalam kode etik jurnalistik. Pasal 42 undang – undang penyiaran menyebutkan bahwa, wartawan penyiaran dalam melakukan kegiatan jurnalistik media elektronik tunduk kepada kode etik jurnalistik dan perundang-undangan yang berlaku.

Di Indonesia, standar baku kode etik yang sekarang berlaku disebut kode etik wartawan Indonesia (KEWI)sesuai dengan pasal 7 ayat 2 UU no. 40 tentang pers.

KEWI MELIPUTI 7 HAL SEBAGAI BERIKUT :

  1. Wartawan Indonesia menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
  2. Wartawan Indonesia menempuh tat acara yang etis untuk memperoleh dan menyiarkan informasi serta memberikan identitas kepada sumber informasi.
  3. Waartawan Indonesia menghormati asas praduga tak bersalah, tidak mencampurkan fakta dan opini.
  4. Wartawan Indonesia tidak menyiarkan informasi yang bersifat dusta.
  5. Wartawan Indonesia tidak menerima suap dan tidak menyalah gunakan profesi.
  6. Wartawan Indonesia memiliki hak tolak, menghargai ketentuan embargo.
  7. Wartawan Indonesia segera mencabut dan meralat kekeliruan dalam pemberitaan dan melayani hak jawab.KODE ETIK PENYIARAN

    kode etik adalah sekumpulan aturan atau patokan yang harus dihormati oleh pelaku profesi di bidang penyiaran. Dalam konteks televisin, selain narasi atau kata – kata yang diucapkan atau semua yang di siarkan mempunyai arti dan memberi pengaruh yang cukup besar untuk penontonnya. Oleh sebab itu kode elik diciptakan untuk mengatur penyiaran untuk menyiarkan siaran yang layak dan tidak memberi pengaruh negative terhadap pemirsa. Siaran suatu media diatur oleh UU PENYIARAN NO. 32 TAHUN 2002.

    Jenis pelanggaran dalam undang undang penyiaran terbagi menjadi 2, yaitu :

    1. Pelanggaran kode etik : yaitu hal yang terkait dengan upaya stasiun televisi menjaga etika dan moral ketika menyiarkan suatu program/acara.
    2. Pelanggaran administrative : misalnya pelanggaran ketentuan mengenai izin penyelenggaraan siaran, ketentuan mengenai hak siar,, dan lain lain.

    Sanksi yang diberikan kepada pelanggar aturan tersebut berupa sanksi pidana selama 2 sampai 5 tahun penjara atau sanksi administratif/denda sebesar 5 milyar rupiah. Untuk menghindari pelanggaran tersebut, maka ada yang namanya pedoman perilaku penyiaran menentukan standar isi siaran yang meliputi :

    1. Rasa hormat terhadap pandangan agama
    2. Rasa hormat terhadap hal pribadi
    3. Kesopanan dan kesusilaan
    4. Pembatasan adegan yang tidak senonoh
    5. Ketepanan dan kenetralan program berita

     

    KODE ETIK DI INDONESIA

    Dalam tugas jurnalistik, reporter harus mengetahui aturan dan ketentuan yang mengatur kegiatan liputan yang terangkum dalam kode etik jurnalistik. Pasal 42 undang – undang penyiaran menyebutkan bahwa, wartawan penyiaran dalam melakukan kegiatan jurnalistik media elektronik tunduk kepada kode etik jurnalistik dan perundang-undangan yang berlaku.

    Di Indonesia, standar baku kode etik yang sekarang berlaku disebut kode etik wartawan Indonesia (KEWI)sesuai dengan pasal 7 ayat 2 UU no. 40 tentang pers.

    KEWI MELIPUTI 7 HAL SEBAGAI BERIKUT :

    1. Wartawan Indonesia menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
    2. Wartawan Indonesia menempuh tat acara yang etis untuk memperoleh dan menyiarkan informasi serta memberikan identitas kepada sumber informasi.
    3. Waartawan Indonesia menghormati asas praduga tak bersalah, tidak mencampurkan fakta dan opini.
    4. Wartawan Indonesia tidak menyiarkan informasi yang bersifat dusta.
    5. Wartawan Indonesia tidak menerima suap dan tidak menyalah gunakan profesi.
    6. Wartawan Indonesia memiliki hak tolak, menghargai ketentuan embargo.
    7. Wartawan Indonesia segera mencabut dan meralat kekeliruan dalam pemberitaan dan melayani hak jawab.
ilkom2017

4 thoughts on “ringkasan Kode Etik Penyiaran (Ardi Irawan)

  1. I do like the manner in which you have presented this specific situation and it does indeed give us some fodder for consideration. On the other hand, coming from what precisely I have seen, I only trust as the comments pack on that people today keep on point and don’t embark on a tirade of the news du jour. Yet, thank you for this fantastic piece and while I can not really go along with this in totality, I regard your standpoint.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *