Breaking News

Kode Etik Penyiaran

Nama:Ezra Susiwanti

NIM:20170400012

KODE ETIK PENYIARAN

Kode etik dalah sekumpulan aturan atau patokan yang harus dihormati oleh pelaku profesi dibidang penyiaran.Pedoman perilaku penyiaran merupakan panduan mengenai batasan-batasan apa yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan berlangsung dalam proses pembuatan program siran televisi,sedangkan standar program siaran merupakan panduan tentang btasan apa yang diperbolehkan dan atau apa yang tidak diperbolehkan ditayangkan dalam program siaran.

 

UU Penyiaran No.32 Tahun 2002

Memuat sanksi atau hukuman bagi mereka yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang diatur.Adapun isi dari UU tersebut yaitu:

yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Swasta dan Lembaga Penyiaran Publik, wajib memuat sekurang- kurangnya 60% (enam puluh per seratus) mata acara yang berasal dari dalam negeri. Isi siaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus, yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata acara pada waktu yang tepat, dan lembaga penyiaran wajib mencantumkan dan/atau menyebutkan klasifikasi khalayak sesuai dengan isi siaran.

 

Jika UU dilanggar maka sanksi yang diberikan adalah membayar denda Rp 5 milyar atau pidana penjara 2 hingga 5 tahun. UU sebenarnya memberikan wewenang bagi KPI untuk mencabut izin siaran lembaga bersangkutan, setelah adanya keputusan pengadilan yang tetap. Namun KPI menetapkan bahwa dalam kasus ditemukannya pelanggaran, sebelum tiba pada tahap pencabutan izin, KPI akan mengikuti tahap-tahap sanksi administratif sebagai berikut:

  1. Teguran tertulis
  2. Penghentian sementara mata acara yang bermasalah
  3. Pembatasan durasi dan waktu siaran
  4. Denda administratif
  5. Pembekuan kegiatan siaran lembaga penyiaran untuk waktu tertentu
  6. Penolakan untuk perpanjangan izin
  7. Pencabutan izin penyelenggaran penyiaran

 

Selain itu UU No.32 Tahun 2002 juga memiliki hubungan dengan pasal 36 ayat 5 dan pasal 46 ayat 3 yaitu:

 

Pasal 36 ayat 5:

1.bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan dan/atau bohong;

2.menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalah-gunaan narkotika dan obat terlarang; atau

3.mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan.

4.Isi siaran dilarang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, atau merusak hubungan internasional.

 

Pasal 46 ayat 3:

1.promosi yang dihubungkan dengan ajaran suatu agama, ideologi, pribadi dan/atau kelompok, yang menyinggung perasaan dan/atau merendahkan martabat agama lain, ideologi lain, pribadi lain, atau kelompok lain;

2.promosi minuman keras atau sejenisnya dan bahan atau zat adiktif;

3.promosi rokok yang memperagakan wujud rokok;

4.hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan masyarakat dan nilai-nilai agama; dan/atau

5.eksploitasi anak di bawah umur 18 (delapan belas) tahun.

ilkom2017

2 thoughts on “Kode Etik Penyiaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *