Kode Etik Penyiaran (Daven Imanuel Hartono)

Nama              :           Daven Imanuel Hartono

NIM                :           20170400008

Kode Etik Penyiaran

Kode etik adalah sekumpulan aturan atau patokan yang harus dihormati oleh pelaku profesi di bidang penyiaran. Dalam konteks televisi, selain narasi atau kata-kata yang diucapkan, gambar seringkali mempunyai arti dan pengaruh yang cukup besar. Itulah sebabnya kode etik televisi juga mencakup aturan-aturan mengenai gambar.

  1. UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002

Sebagai sumber hukum di bidang penyiaran, UU No. 32 Tahun 2002 memuat sanksi atau hukuman bagi mereka yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini.

Jenis pelanggaran dalam undang-undang penyiaran terbagi atas dua, yaitu:

  • Pelanggaran kode etik: yaitu hal yang terkait dengan upaya stasiun televisi menjaga etika dan moral ketika menyiarkan suatu program.

Pasal 42 undang-undang ini menyebutkan: “Wartawan penyiaran dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik media elektronik tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan peraturan perundangan yang berlaku”.

  • Pelanggaran teknis administratif: misalnya pelanggaran ketentuan mengenai izin penyelenggaraan siaran, ketentuan mengenai jangkauan siaran atau frekuensi siaran, ketentuan mengenai muatan lokal, ketentuan mengenai hak siar, ketentuan mengenai kepemilikan lembaga penyiaran, ketentuan mengenai laporan keuangan, dan lain-lain.

Pelanggaran kode etik yang diancam sanksi administratif meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Tidak melakukan sensor internal terhadap semua isi siaran yang akan disiarkan lembaga penyiaran berlangganan (pasal 26 ayat 2);
  2. Isi siaran tidak memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata acara pada waktu yang tidak tepat, dan lembaga penyiaran tidak mencantumkan dan/atau menyebutkan klasifikasi khalayak sesuai dengan isi siaran (pasal 36 ayat 3);
  3. Stasiun televisi tidak menjaga netralitasnya dan berpihak kepada kepentingan golongan tertentu (pasal 36 ayat 4)
  4. Stasiun televisi tidak mencantumkan hak siar dari suatu acara (pasal 43 ayat 2)
  5. Stasiun televisi tidak melakukan ralat dalam hal terjadi kesalahan pada isi siaran atau berita atau terjadi sanggahan atas isi siaran dan/atau berita (pasal 44 ayat 1)
  6. Siaran iklan niaga yang disiarkan pada mata acara siaran untuk anak-anak tidak mengikuti standar siaran untuk anak-anak (pasal 46 ayat 6).

Pedoman Perilaku Penyiaran menentukan standar isi siaran yang sekurang-kurangnya berkaitan dengan:

  1. Rasa hormat terhadap pandangan keagamaan
  2. Rasa hormat terhadap hal pribadi
  3. Kesopanan dan kesusilaan
  4. Pembatasan adegan seks, kekerasan dan sadisme
  5. Perlindungan terhadap anak-anak, remaja dan perempuan
  6. Penggolongan program dilakukan menurut usia khalayak
  7. Penyiaran program dalam bahasa asing
  8. Ketepatan dan kenetralan program berita, dan lain-lain
ilkom2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *