Narasumber Media

oleh : Dessy Luckyana (20150400003)

Praktisi Public Relation salah satunya berfungsi menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kebijakan, rencana program dan aktifitas organisasi yang terkait dengan kepentingan umum. Untuk mencapai public yang luas dan berada dibanyak tempat, maka kerjasama dengan media massa menjad sangat penting.

Cara mengelolah wawancara dengan media

  1. Memahami perbedaan dari setiap media (pers, radio, televisi)
  2. Tuntutan media televisi (aksi, gerak, gambar dan suara) : untuk itu penampilan narasumber secara keseluruhan menjadi hal yang penting.
  3. Tuntutan media radio : isi pernyataan yang ditujukan untuk audiens personal, hangat dan kuat dengan suara yang memiliki karakter.
  4. Tuntutan media cetak : pernyataan yang lebih ringkas, rincih dan menarik bagi kepentingan pembaca.
  5. Memahami gaya pewawancara
  6. Gaya pendorong : meminta narasumber untuk menceritakan sesuatu atau latar belakang masalah.
  7. Gaya pembuka : menjelaskan terlebih dalu masalah menariknya, lalu bertanya.
  8. Gata fasilitator : memberikan kesempatan narasumber untuk menjelaskan serta mengendalikan pembicaraannya sendiri.

Menjadi seorang narasumber merupakan tugas yang berat, karena terkait dengan kemampuan praktisi PR dalam penguasaan terhadap masalah yan menjadi topic wawancara. Upaya menjadi seorang narasumber yang kredibel atau dipercaya dengan terus menerus belajar dan memperoleh informasi terbaru mengenai bidan perusahaan yang diwakilinya.

Jenis – jenis wawancara yang perlu dipahami oleh praktisi PR adalah :

  • Wawancara yang direkam
  • Wawancara panel (narasumber lebih dari satu)
  • Wawancara melalui telepon atau telekonferen
  • Wawancara ditempat kejadian
  • Wawancara mendadak

Dalam berbagai kondisi wawancara diatas, penampilan perlu sangat diperhatikan oleh praktisi PR. Suara yang meyakinkan dan penguasaan topic menjadi poin pentingnya. Untuk memperoleh kesempatan dan peluang menjadi narasumber media, maka tentu saja perlu diketahui mengenai hal yang mendasar dalam wawancara media :

  1. Membuka akses langsung dengan media,
  • Membuka peluang komunikasi dengan cepat dan segera melalui staf/orang yang ditunjuk.
  • Mejawab panggilan media dengan cepat
  • Mempersiapkan beberapa juru bicara yang layak
  • Melatih juru bicara dengan keahlian komunikasi dengan media,
  • Memberikan nomer kontak setelah jam kantor.
  1. Penjelasan yang singkat hanya sekitar 10 – 30 detik untuk media radio dan televii erta paragraph yang pendek untuk media cetak.
  2. Membuat tetap sederhana
  3. Untuk media radio dan tv sebaiknya tidak memanggil nama pewawancara, karena anda sedang bicara dengan audiens
  4. Kejujuran, ketulusan, antusias, dan empati/simpati
  5. Jelaskan dengan jujur hal yang memang tidak anda ketahui

Tujuh hal penting untuk keberhasilan wawancara untuk menjelaskan kegiatan/policy organisasi kepada khalayak :

  1. Tujuan gagasan disampaikan dalam wawancara
  2. Kerangka acuan : audiens media. Sehingga isi penyataan disesuaikan denan kepentingan mereka dan gaya baasa yang dipahami mereka. Dua pertanyaan penting untuk memaami karangka acuan : Untuk siapa saya berbicara dan Apa artinya gagasan/produk/inovasi bagi mereka?
  1. Mempersiapkan pernyataan yang “harus” disampaikan yang sesuai dengan topic dan pernyaraan yang “ingin” disampaikan terkait dengan tujuan anda/organisasi dalam wawancara.
  2. Menjembatani pernyataan yang “harus” dan yang “ingin” disampaikan
  3. Membuat pernyataan sendiri. (yang menyangkut diri sendiri)
  4. Pengulangan gagasan yang penting tujuannya
  5. Menghindari pengalih perhatian terhadap pertanyaan wartawan

Praktisi PR yang memiliki wawasan luas dan mengetahui isu yang beredar dimasyarakat dan media massa, maka akan lebih mudah dalam menjawab pertanyaan. Hal ini juga daoat digunakan sebagai peluang untuk menambah nilai positif nama organisasi.

Teknik wawancara radio/tv yaitu :

Persiapan dengan mengajukan pertanyaan sebagai berikut

  • Tujuan program wawancara?
  • Alasan pemilihan narasumber?
  • Apa sumber nformasi yang mereka (media) dan pelajari sebelum wawancara berlangsung ?
  • Apa saja yang sudag mereka ketahui?
  • Apa yang ingin mereka pelajari?
  • Dalam konteks apa wawancara akan dilakukan?
  • Berapa lama wawancara akan dilakukan
  • Apakah wawancara akan disiarkan langgsung atau direkam? Bila direkam, apa saja yang bernar – benar berguna?
  • Apakah mereka menggunakan film atau peralatan lain?
  • Siapa lagi yang akan ditamplkan dalam wawancara itu (pesaing atau pelaggan)?
  • Pendapat/gagasan dalam pertanyaan?

Pertimbangan

  • Bentuk pertanaan biasanya diputuskan pada menit – menit terakhir, jika pewawancara menemukan hal menarik saat wawancra, ia berhak untuk menggali lebih dalam (pewawancara bisa saja melupakan pertanyaan – pertanyaan awalnya)
  • Pewawancara biasanya mempunyai gagasa tentang pertanyaan – pertanyaan yang akan ditanyakan
  • Melakukan tanpa persiapan akan menghasilkan kinerha yang buruk. Karenanya ada waktu stengah jam untuk mempersiapkan wawancara, namun harus mempersiapkan jawaban yang cepat dan tepat.

Kerangka rencana :

  • Membuat kerangka utama mengenai pesan yang akan disampaikan dengan merangkumnya dalam sua atau tigas pesan
  • Ringkas
  • Sederhana
  • Pengulangan (dengan kalimat yang berbeda untuk memudahkan pemahaman)
  • Memilih kalimat dengan dampak besar
  • Keakraban
  • Kesesuaian dengan keinginan penonton
  • mempelajari penjelasan singkat
  • pertanaan apa yang layak dipertanyakan

Mempersiapkan wawancara

  1. Sebelum wawancara: berusaha untuk rileks dan mempelajari situasi
  2. Cara menghindari gelisah:
    • Bertanya pada pewawancara mengenai program acara, apa yang akan mereka tanyaka, siapa yang akan berbicara selain anda.
    • Tetap fokus pada masalah yang dibahas
    • Mencoba mengulang – ulang pesan yang akan disampaikan
    • Tetap berpikir positif terhadap pewawancara yag melontarkan pertanyaan raam dengan menjadikannya sebagai peluang, dalam mendapatkan pesan – pesan utamya.

Memenangkan wawancara :

Untuk bisa memenangkan wawancara makan yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Upaya membaca situasi. Apabila anda menemukan pewawancara adalah orang yang bergaya menyerang dengan pertanyaan tajam, maka anda perlu fokus dan berhati – hati, namun tidak terpancing emosi
  2. Apabla ada fakta yang menyudutkan anda, maka tetap tenang dan coba untuk menjelaskan
  3. Jangan biarkan pewawancara memotong pembicaraan anda
  4. Koreksi pernyataan pewawancara yang tidak benar
  5. Jangan menggunakan istilah teknis yang menyulitkan
  6. Jangan membela diri
  7. Jangan mengulang kata yang tidak perlu
  8. Terkadang pewawancara hanay berdiam diri dan menunggu saat dimana yang diwawancara mengeluarkan pernyaraan yang bisa salah da disesalinya
  9. Hindari kata er, ehm… karena ini menimbulkan ketidakyakinan penonton.
  10. Hindari jeda yang terlalu lama karena terkesan anda sedang mengarang cerita bohong
  11. Jangan mengalihkan pembicaraan
  12. Apabila pewawancara menyodorkan fakta yang menyudutkan anda, maka jangan memperburuknya dengan jawaban “benarkah?”, atau “apa iyah?”. Berikan saja alasan anda
  13. Tetap tenang, jangan pernah marah, tai bicara tegas dan sopan
  14. Apabila kata terakhir yang diucapkan pewawancara keliru, maka tunjukan ketidaksetujuan anda dengan cepat
media2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *