Bab 6 News Release Radio (Sisilia F)

Praktisi PR harus betul-betul jeli dan sensitif dalam menyampaikan bahan informasi dengan mengutamakan kepada kepentingan publik secara luas (tidak pada kepentingan organisasi semata).
Penulisan bahan informasi juga hendaknya menyesuaikan diri dengan karakter media massa yang akan menyiarkannya. Khusus untuk radio, maka karakternya adalah :
1. Segera dan cepat. Perangkat teknis produksi berita sampai dengan telinga pendengar radio sederhana dan praktis. Jurnalis radio dapat mengirimkan berita dimana saja dan bisa langsung diperdengarkan ke pendengar pada saat itu juga. Dibandingkan dengan media televisi, radio lebih sederhana cara kerjanya sehingga bisa dengan segera dan cepat dapat sampai ke khalayak. Biaya produksi juga lebih murah dibandingkan biaya produksi berita televisi.
2. Aktual dan faktual. Terkait dengan di atas maka informasi radio paling cepat paling baru dan sangat menarik faktanya
3. Penting bagi masyarakat luas. Informasi radio juga sangat penting atau sangat dibutuhkan oleh pendengarnya. Misalnya info mengenai daerah – daerah banjir bagi pengendara kendaraan akan sangat bermanfaat untuk kelancaran dalam mencapi tujuan.
4. Memiliki dampak luas. Informasi yang terbaru dapat diakses oleh banyak orang dan memberikan dampak luas bagi masyarakat termasuk masyarakat yang tidak memiliki perawat televisi serta yang tidak bisa membaca.
Selain itu, penyampaian bahan informasi juga harus disesuaikan dengan sifat pendengar radio yang sangat :
1. Heterogen : pendengar radio memiliki keragaman latar belakang baik pernah didikan, suku bangsa, kelas sosial ekonomi dan budaya.
2. Pribadi : sifat pendengar radio sangat personal. Artinya bagi pendengar menggunakan media radio lebih pada kebutuhan yang bersifat pribadi. Dengan demikian. Ia hanya akan mencari saluran radio yang sesuai dengan suasana hati, perasaan serta keinginan pribadinya. Ketika ia tengah bersedih, ia akan mendengarkan informasi atau musik yang membuatnya lebih nyaman
3. Aktif : radio hanya bisa didengarkan jika pendengar menyalakan radio dan mencari informasi yang dia butuhkan. Perlu.dengar secara aktif menggunakan pesawat radio tersebut. Bila pendengar kemudian memperoleh stimulus lain di luar suara radio, maka informasi yang ada di radio akan lewat begitu saja atau tidak mendapat perhatian penuh dari pendengarnya.
4. Selektif: pendengar secara selektif akan memilih saluran radio yang sesuai dengan harapan serta kebutuhannya. Ketika stasiun radio menyampaikan hal-hal yang kurang diminati ke pendengarnya maka ia akan dengan segera mengubah saluran radio.
Radio memiliki sifat – sifat seperti ;
1. Tenaga untuk indera pendengaran (hanya bunyi)
2. Sering menghadapi gangguan suara dan kondisi lingkungan si pendengarnya.
3. Personal.
Banyak sekali stimulus yang pendengar alami seperti suasana di jalan raya, kebisingan, cuaca, bahkan pikiran-pikiran yang ada di benak pendengar yang dapat mengurasi konsentrasi pendengar untuk mendengarkan radio. Pendengar juga hanya dapat memahami informasi bila penyiar telah menyelesaikan satu kalimat, maka maknanya baru dapat dipahami secara utuh.
Untuk mengatasi keterbatasan yang telah dikemukakan di atas, maka informasi harus menggunakan :
1. Kata-kata yang umum, lazim digunakan, sederhana serta mudah dipahami oleh pendengar yang beragam tingkat pendidikannya.
2. Hindari kata-kata teknis yang sulit dimengerti.
3. Hindari penggunaan angka yang rumit
4. Kalimat ringkas dan hindari anak kalimat
5. Bahasa yang menyentuh emosi
6. Radio umumnya dikonsumsi oleh pendengar secara pribadi sehingga bahan informasinya harus disampaikan secara personal atau fokus pada kebutuhan pribadi pendengarnya
7. Sifat pendengar yang aktif dan selektif maka membutuhkan informasi yang benar – benar menarik perhatiannya. Bila tidak maka dengan mudah mereka akan mengganti channel radio
8. Agar pendengar mudah memahami isi informasi dan terus mendengarkan maka informasi harus memberi gambaran.
Menulis untuk radio sama saja dengan menulis untuk telinga. Agar informasinya menarik maka bahasa yang disajikan adalah bahasa bertutur atau bercerita. Bahasa bertutur merupakan bahasa yang mudah diucapkan dan mudah dipahami. Oleh karena itu, menurut Helena Olii (2007: hal 60-62) karakteristik bahasa bertutur yaitu seperti ;
1. Satu pokok pikiran pada satu kalimat. Bahasa bertutur hanya menggunakan satu kalimat tanpa anak kalimat. Hal ini untuk memudahkan pendengar memahami pokok pikiran yang diungkapkan.
2. Tidak menggunakan kalimat langsung. Pada umumnya kalimat langsung yang diucapkan seseorang digunakan sebagai insert dengan memperdengarkan rekaman suara orang yang dimaksudkan.
3. Dibagi per bagian bukan per alinea. Penulisan kalimat berdasarkan per pokok pikiran. Jadi penulisannya tidak pernah Aline melainkan dari satu pokok pikiran ke pokok pikiran berikutnya.
4. Ceritakan bukan tuliskan, jika perlu gambarkan bukan ceritakan.
Saat akan menulis untuk media radio, hal lain yang perlu diperhatikan adalah tahu persis apa yang akan dituliskan . Dengan demikian informasi yang ditulis tidak akan salah dan memberikan wawasan baru serta memberikan gambaran jelas mengenai suatu peristiwa bagi pendengarnya.
Hal hal lain yang perlu pula diperhatikan dalam membuat informasi adalah :
1. Tulis apa yang ingin disampaikan
2. Baca dengan bersuara sambil menulis
3. Jika sulit diucapkan, terasa janggal, memiliki arti ganda atau kurang jelas, terdengar angkuh, rumit untuk dipahami, maka gantilah naskahnya (Oramahi: 2003: h.43)
Penggunaan kata yang pada umumnya digunakan untuk media cetak, beberapa diantaranya tidak digunakan untuk informasi media radio. Misalnya :
1. Penggunaan kata bahwa sebagai kata penyambung tidak digunakan.
2. Penggunaan kata adalah juga sebagai kata awal penjelasan
3. Penggunaan kata telah
4. Penggunaan kata akan
5. Penggunaan kata sedang
Praktisi PR ketika akan menulis news release radio, selain memperhatikan hal-hal di atas juga dapat menyusun tulisan dengan cara yang sama dengan membuat release untuk media cetak. Struktur informasi dengan bentuk Piramida Ter slim dapat digunakan untuk media radio. Adanya pada informasi radio ditulis dengan kalimat yang membuat ke dengar merasa ingin lebih tahu dengan informasi berikutnya.
Dalam pembuatan radio release, perlu diperhatikan lama atau durasi cerita. Lama pengucapan 3 kata adalah sedetik. Durasi news release pada umumnya berkisar 15-30 detik.
Dalam pembuatan berita radio seringkali dimasukkan (insert) aktulitas sebagai upaya menghidupkan suasana dan menguatkan informasi yang disampaikan. Aktualitas ada dua yakni pertama berupa statement atau pernyataan Nara sumber baik saat pidato atau diwawancara dan kedua suara tertentu yang bisa menggambarkan situasi dari informasi tersebut misalnya suara angin puyuh, musik, teriakan. Aktualitas yang baik hanya digunakan untuk sebagian berita namun bukan pengulangan pada informasi sebelumnya.
Hal-hal teknis lainnya yang harus diperhatikan :
1. Hindari jargon-jargon, akronim, bahasa hukum, istilah yang tidak lazim
2. Jelaskan nama jabatan lebih dulu baru nama orangnya
3. Jelaskan dengan runtut dan sederhana
4. Jelaskan dengan konkret
Daftar Pustaka 

Wardhani, Diah. 2008. Media Relations: Sarana Membangun Reputasi Organisasi.

media2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *