News Release Radio

Oleh : Dessy Luckyana (20150400003)

Media massa membutuhkan informasi berita yang bersumber dari praktisi Public Relation. Bila PR dapat mempersembahkan informasi yan memiliki daya Tarik yang tinggi tentunya hal itu akan menjadi sesuatu yang ditunggu – tunggu oleh media sebagai bahan pemberitaan mereka. Namun wartawan atau media massa terkadang tidak meyakini bahan informasi yang berasal dari organisasi. Media massa atau para wartawan khawatir, apabila informasi yang diberikan semata – mata hanya untuk kepentingan organisasi tersebut saja. Mereka terlalu memposisikan sebagai pihak yang netral dan berada diatas kepentingan publik.

Untuk hal itu lah sebagai pratisi PR harus lah cermat dan sensitive dalam menyampaikam informasi dengan menggutamakan kepada kepentingan publik secara luas dan tidak pada kepentingan organisasi.

Dalam penulisan suatu informasi baiknya menyesuaikan dengan karakter media massa yang akan menyampaikan informasi tersebut. Contohnya untuk media radio, karakter media radio adalah :

  • Segera dan Cepat

Jika dibandikan dengan media televisi, radio lebih sederhana dalam menyampaikan suatu berita atau informasi kepada para audiensnya, sehingga dapat dengan cepat dan segera didengar oleh para audiens

  • Aktual dan Faktual

Informasi yang disamoaikan oleh media radio dapat dibilang yang paling cepat, baru dan sesuai dengan fakta.

  • Penting bagi masyarakat luas

Informasi radio pada dasarnya sangat penting untuk masyarakat yang memiliki aktifitas contohnya pengendara yang sedang menyetir. Bagi pengendara, radio akan sangat berguna apabila mereka ingin mengetahui soal informasi lalu lintas dan sebagainya.

  • Memiliki dampak luas

Radio dapat menyajikan informasi terbaru dan dapat diakses oleh setiap masyarakat. Bahkan radio dapat menjangkau masyarakat yang tidak dapat mengakses pesawat telivisi dan masyarakat yang tidak dapat membaca.

Selain penyampain informasi yang disampaikan oleh media radio, bahan indoemasi juga harus menyesuaikan dengan sifat para pendengar radio, diantaranya :

  • Heterogen

Latar belakang para pendengar yang beranekaragam

  • Pribadi

Kebutuhan personal bagi setiap pendengar radio yang berbeda – beda

  • Aktif
  • Selektif

Pendengar radio sangat selektif karena mereka pastilah orang – orang yang mendengarkan radio berdasarkan saluran yang disukanya saja.

Dalam penulisan informasi untuk radio dapat dibilang tidak mudah karena media ini menggunakan indra pendengaran saja dan apabila informasinya kurang, pasti nantinya akan ada ketidakpahaman dari pendengar karena media radio tidak ada pengulangan informasi. Untuk itu, perlu dipahami sifat – sifat radio yaitu :

  • Hanya mengandalkan indra pendengaran (hanya bunyi)
  • Menghadapi ganguan suara dan kondisi ligkungan pendengarnya
  • Personal

Untuk mengatasi keterbatasan yang ada maka informasi haruslah mengunakaan :

  • Kata – kata yang umum, lazim, sederhana yang mudah untuk dipahami.
  • Hindari kata – kata teknis yang akan sulit dimengerti.
  • Hindari penggunaan angka yang rumit.
  • Menggunakan alimat ringkas dan hindari anak kalimat.
  • Bahasa yang menyentuh emosi.
  • Radio umumnya dikonsumsi oleh pendengar pribadi, sehingga informasi harus disampaikan secara personal atauu fokus pada kebutuhan pribadi.
  • Fokus pada fakta yang menarik
  • Pengambaran dari informasi yang disampaikan

Menulis untuk radio, penulisannya haruslah bermuat informasi menarik yang disajikan dengan bertutur dan bercerita. Dengan cara tersebut, membuat pendengar merasa bahwa informasi tersebut khuh dipersembahkan untuknya. Media radio memiliki karakter yang khas, jadi untuk memberikan daya Tarik bagi pendengar, kalimat harus dibaca dengan intonasi yang tepat yang dapat membuat pendengar merasakan perasaan yang disampaikan.

Karakteristik bahasa bertutur menurut Helena olii (2007 : hal 60 – 62) yaitu :

  • Satu pokok pikiran pada satu kalimat ; bahasa bertutur hanya menggunakan satu kalimat, tanpa anak kalimat
  • Tidak menggunakan kalimat langsung
  • Dibagi menjadi beberapa perbagian bukan peralinea ; penulisan kalimat berdasarkan per pokok pikiran
  • Ceritakan, bukan tuliskan, jika perlu berikan pergambaran bukan hanya diceritakan

Hal yang juga harus diperhatikan adalah tahu persis apa yang akan ditulis. Dengan begitu informasi yang ditulus tidak akan salah dan akan memberikan wawasan baru serta memberikan gambaran jelas mengenai suatu peristiwa bagi pendengarnya, berikut diantaranya

  1. Tulis apa yang ingin disampaikan
  2. Baca dengan bersuara sambl menulis
  3. Jika :
    • Sulit diucapkan
    • Terasa janggal
    • Memiliki arti gandam atau kurang jelas
    • Terdengar angkuh
    • Rumit untuk dipahami

MAKA GANTILAH NASKAHNYA (Oramahi : 2003 : h. 43)

            Beberapa Penggunaan kata yang tidak digunakan untuk informasi media radio, misalnya :

  • Penggunaan kata bahwa, sebagai kaya penyambung tidak digunakan (dianggap menyatakkan kekecewaan)
  • Penggunaan kata adalah, juga sebagai kata awal penjelasan.
  • Penggunaan kata telah.
  • Penggunaan kata akan
  • Penggunaan kata sedang

Praktisi PR ketika akan menulis news release radio, juga harus menyusun tulisan dengan cara yang sama dengan membuat release untuk media cetak. Struktur informasi dengan bentuk piramida terbalik dapat digunaan untu media radio. Perbedaan dengan informasi radio ditulis dengna kalimat yang membuat pendengar merasa ingin tahu lebih banyak, sehingga akan menunggu informasi selanjutnya.

Aktualisasi yang baik digunakan hanya untuk sebagian berita, namun bukan pengulangan informasi sebelumnya. Berikut hal teknis lain yang perlu diperhatikan :

  1. Hindari jargon – jargon, akronim, baasa hukum, istilah yang tidak lazim
  2. Jelaskan nama jabatan lebih dulu baru nama orangnya
  3. Jelaskan dengan runtut dan sederhana
  4. Jelaskan dengan konkret
media2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *